Laman

Rabu, 26 Maret 2014

Harga Minyak Dunia Naik Gara-gara Data Ekonomi AS Membaik


Harga minyak dunia cenderung naik pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) setelah data menunjukkan penurunan pasokan minyak mentah di pusat perdagangan Amerika Serikat (AS) dan data ekonomi AS membaik dimulai dari pesanan barang manufaktur.


Harga minyak US West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei naik US$ 1,07 ke level US$ 100,26 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Mei naik 4 sen menjadi US$ 107,03 per barel di Intercontinental Exchange London.

Keseluruhan pasokan minyak AS naik 6,6 juta barel pada pekan ini. Hal itu berdasarkan laporan mingguan dari US Energy Information Administration (EIA). Angka itu di atas 2,8 juta yang diproyeksikan oleh analis dari hasil survei Wall Street Journal.

Akan tetapi pada laporan EIA menunjukkan penurunan sebesar 1,3 juta barel di Cushing, Oklahoma, AS, tempat perdagangan minyak untuk patokan AS.

"Laporan EIA pada Rabu menandai minggu ke delapan berturut-turut untuk melihat penurunan di Cushing. Konsentrasi adalah jumlah minyak di Cushing," tutur Robert Yawger, Analis Mizuho Securities, seperti dikutip dari The Bull Asia, Kamis (27/3/2014).

Namun, Senior Vice President Jefferies Bache, Andy Lebow menuturkan, penurunan pasokan di Cushing dapat jadi sentimen utama harga minyak terus naik. Selain itu, analis juga menyebutkan penurunan 5,1 juta barel untuk pasokan besin.

Sentimen lain yang mempengaruhi harga minyak, yaitu berdasarkan laporan Departemen Perdagangan AS, pesanan baru untuk barang manufaktur tahan lama naik 2,2% menjadi US$ 229,4 miliar pada Februari setelah dua bulan berturut-turut.  Angka ini melebihi harapan pelaku pasar.

Selain itu, pertumbuhan aktivitas sektor jasa AS juga naik pada Maret yang sebagian mencerminkan kenaikan setelah gangguan cuaca dingin. Indeks Markit Flash US Services Purchasing Manager berada di level 55,5 pada Maret.

Sedangkan sentimen eksnternal memicu kenaikan harga minyak karena ada gangguan pasokan di Libya dan Nigeria.Liputan6.com, New York

(Agustina Melani)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

VIVALOG