Kisah kehidupan orang melarat yang berhasil menjadi konglomerat
ternyata bukan hanya karangan belaka yang sering diputar di layar kaca.
Sebagian orang di dunia memang benar pernah mengalaminya.
Dikutip dari Business Insider dan www.liputan6.com ,
Senin (24/3/2014), mulai dari hidup di panti asuhan hingga kehilangan
jari saat bekerja di pabrik, tidak mematahkan semangat sebagian orang
untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Bahkan bos-bos perusahaan
besar yang kini Anda lihat hidup dengan penuh kemewahan, tak semuanya
berasal dari keluarga mapan.
1. Larry Ellison
Total kekayaan: US$ 41 miliar
Lahir
di Brooklyn, Ellison lahir tanpa ayah. Dia lantas dititipkan pada paman
dan bibi yang membesarkannya. Saat sang paman meninggal, Ellsion keluar
sekolah dan pindah ke California. Di sana dia bekerja serabutan selama
delapan tahun. Hebatnya, Ellison kemudian mampu mendirikan perusahaan
pengembangan software, Oracle pada 1977 dan menjadikannya sebagai salah
satu perusahaan teknologi terbesar di dunia.
2. Howard Schultz
Total kekayaan: US$ 2 miliar
Lahir
dan besar di lingkungan kumuh dijalani Schultz tanpa banyak mengeluh.
Saat itu, dia tahu, orang-orang di balik perumahan kumuhnya memiliki
lebih banyak uang, dan keluarga yang lebih bahagia. Perasaan itu yang
kemudian mendorongnya untuk keluar dari kehidupan miskinnya. Dia lantas
berhasil memperoleh beasiswa dan mendapat pendidikan di perguruan
tinggi.
Dia lantas melamar bekerja di kedai kopi, Starbucks yang
saat itu baru memiliki 60 cabang. Berkat usahanya sejak menjadi CEO pada
1987, Starbucks kini telah memiliki lebih dari 16 ribu outlet di
seluruh dunia.
3. Ralph Lauren
Total kekayaan: US$ 7,7 miliar
Setelah
lulus sekolah menengah, Lauren lantas melanjutkan pendidikannya ke
perguruan tinggi. Tapi dia lantas keluar dari kampus untuk bergabung
dengan militer. Setelah itu dia bekerja sebagai pelayan di Brooks
Brothers di mana dia mulai merancang mimpinya merancang pakaian. Pada
1967 dia memutuskan untuk mewujudkan mimpinya dengan menjual produk
buatannya sendiri. Setahun kemudian dia menemukan merek fashion, Polo.
4. Kenny Troutt
Total kekayaan: US$ 1,7 miliar
Troutt
dibesarkan seorang ayah yang bekerja sebagai bartender. Dia akhirnya
bekerja sebagai penjual asuransi untuk membiayai kuliahnya. Sukses
dengan pendidikannya, dia berhasil mencetak banyak uang dari perusahaan
Excel Communications yang dibangun pada 1988. Dua tahun kemudian, Troutt
menggabungkan perusahaannya dengan Teleglobe dalam sebuah kesepakatan
bernilai US$ 3,5 miliar.
5. Shahid Khan
Sebagai
salah satu orang terkaya di dunia, Shahid Khan sebelumnya hanya bekerja
sebagai pencuci piring. Pria asal Pakistan ini datang ke Amerika
Serikat (AS) untuk mengecap ilmu di University of Illinois. Namun
sekarang, Khan memiliki salah satu perusahaan swasta terbesar di AS,
Flex-N-Gate. (bn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar