Insiden di Jakarta International Defence Dialogue (JIDD/Dialog Pertahanan Internasional Jakarta) yang menampilkan 'Usman-Harun' diprotes Singapura. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun bertanya pada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.
"Ya tadi sempat dipertanyakan, 'Sopo iku?', 'Gimana ceritanya?'," kata Menhan saat ditanya apakah insiden 'Usman-Harun' di Forum Pertahanan Jakarta itu menjadi perhatian Presiden.
Menhan ditanya wartawan di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, usai menghadiri acara pelantikan hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (21/3/2014).
Sebelumnya diberitakan, Kementerian Luar Negeri Singapura menyampaikan kekecewaan pada pemerintah Republik Indonesia. Mereka menilai aksi ala Usman dan Harun di Forum Internasional Pertahanan di Jakarta pada Rabu (19/3) sebagai tindakan yang tak pantas.
"Kami kecewa atas insiden di pameran Jakarta International Defence Dialogue (JIDD) ," jelas juru bicara kementerian luar negeri Singapura seperti dikutip The Straits Times.
"Atas kejadian itu, delegasi Singapura di JIDD mundur dari forum dan kembali ke Singapura," tambah Kemlu Singapura.
Media Singapura itu juga menyebutkan bahwa dalam acara itu dua orang berpakaian bebas memerankan aksi seolah tengah melakukan pemboman di MacDonald House pada 1965.
Namun menurut Kemenhan RI, dua orang itu memakai seragam Marinir tahun 1960-an dengan badge nama Usman dan Harun. Keduanya menjaga stand TNI AL berpose dengan pengunjung. Kehadiran mereka bukan skenario Kemenhan sebagai tuan rumah acara.
Usman dan Harun, dua prajurit KKO, pada 1968 dihukum mati Singapura atas pemboman di MacDonald House. Pemboman itu menyebabkan 3 warga Singapura tewas dan melukai 33 yang lainnya. Nama keduanya diabadikan sebagai nama kapal Republik Indonesia (KRI) TNI AL. detik.com
Jumat, 21 Maret 2014
SBY Tanya Menhan Soal 'Usman-Harun' di Forum Pertahanan: Sopo Iku?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar